Diary Annie: Malam Jum’at Kliwon

Kalo menjadi pengangguran itu melanggar hukum, pasti orang seperti Vera Herlambang alias Bambang itu, udah bolak-balik masuk penjara. Kalo menjadi pengangguran itu artinya bersahabat dengan setan, maka Vera udah dipastikan matinya masuk neraka. Untunglah, di Indonesia, menjadi pengangguran hanya masalah pribadi yang sama sekali gak ada hubungannya dengan penjara atau neraka. Continue reading

Advertisements

Diary Annie: Give me the kos-kosan…!

Mama bener-bener menentang keinginan gue untuk tinggal di kos-kosan. Padahal, niat ngekos itu sangatlah penting untuk menjamin masa depan gue yang lebih sehat dibanding kalo gue masih tinggal satu atap dengan ortu dan adik-adik gue. Gue harus cari akal supaya Mama mau ngijinin gue.

Nah, oleh karena itu, selama tiga hari berturut-turut gue berusaha ngabisin makanan sebanyak mungkin, kalo perlu gue ngabisin tiga perempat nasi di magic com dan mengambil lauk pauk tiga porsi lebih banyak. Makanan itu sebagian gue makan dan sebagian lagi gue transfer ke Vera yang dengan senang hati mau menampung. Hasilnya? Continue reading

Diary Annie: Klepcokmania

Hai, nama gue Annie, lengkapnya Annieaya. Baca:aniaya.

Nggak ding, becanda. Masa ortu gue tega namain anaknya aniaya. Nama asli gue Ani Muzdalifah, dan ini bikin gue beserta seluruh temen sekelas gue dari jaman SD sampe kuliah merasa tertekan karena kita semua selalu teringat bang haji Rhoma Irama tiap nama gue disebut. Sekarang gue udah dewasa, udah lulus kuliah dan dapet gelar S1 jurusan bahasa Indonesia. Gue juga udah kerja. Secara hukum gue udah berhak menentukan hidup gue sendiri. Termasuk menentukan nama gue sendiri. Continue reading

Mari Menulis : Kelahiran Sebuah Ide

Banyak orang bilang, menulis itu gampang. Jangan terlalu percaya deh,pendapat itu ada benernya dan ada juga salahnya. Benernya, ya kalo sekedar nulis-nulis sih gampang. Ada kertas, atau whiteboard, atau bahkan tembok, plus ada pinsil, atau pulpen, atau boardmarker, tinggal coret-coret. Buat yang udah hapal abjad dan bisa nyusun kata, pasti bisa. Anak lima tahun aja bisa kok kalo dia udah belajar baca-tulis. Itulah kenapa menulis disebut gampang.

Lalu salahnya dimana? Continue reading

Catatanku : Amortentia pada segelas kopi rasa cokelat

12022011

Merasa diri tak menarik? Merasa tak ada seorangpun pria yang mau menoleh padamu? Merasa bosan jadi jomblo seumur hidup?

Temukan amortentia-mu!

Anggaplah begini : Selama ini aku selalu berjalan dengan tumpukan buku tebal di tangan yang menghalangi pandanganku. kakiku meraba-raba dan tanganku menjaga keseimbangan, sementara mataku berusaha mengintip dari sisi-sisi tumpukan buku. Konsentrasi, konsentrasi…

Lalu tiba-tiba dia menabrakku. Byarrrr…!! Continue reading

Catatanku : Detik-detik menjelang hari bahagiaku

10022011

Meski aku pernah memimpikan ini, tidak mungkin bisa sampai sebrutal ini. Brutal perasaanku, mendesak-desak, lasak dan nakalnya minta ampun. Kamar sempit berukuran tiga kali tiga meter yang menjadi ruang fitting seperti berubah menjadi studio butiknya Desvita Dody, salah satu tokoh perancang dalam novelku. Sebuah lemari pakaian sederhana dengan cermin setinggi badan, memantulkan bayangan kami.

” Ini seperti sungguhan,” katamu sambil tertawa.

Percayalah, dadaku buncah oleh aneka rasa yang tak henti mengalir seperti air keran yang luber di kamar mandi.

Kitakah bayangan yang di cermin itu, Harry dan Hermione? Continue reading

Kegelisahan kita, bahwa ada sesuatu terjadi… Bag 1

Kali ini aku benar-benar marah…”

Kutatap sms dari Dika, tak percaya. Kalau ada petasan air mancur yang dibunyikan bukan di malam tahun baru, mungkin tidak menimbulkan efek kaget seperti sekarang. Tapi sms ini membuatku benar-benar kaget melebihi bunyi petasan manapun. Aku segera bergerak cepat, mengirim sms panik yang berbunyi pertanyaan-pertanyaan, mengapa?-apa-yang-membuatmu-marah?

Dua puluh menit berlalu dan tak ada lagi balasan darinya. Aku melempar handphone dan menyambar handuk. Continue reading