Opera Team CampRed Bag.5

Kalau lagu ‘Sahabat’nya Peterpan dibikin video klip, maka akan terjadi seperti ini:

(Peringatan : Disarankan membacanya sambil mendengarkan lagunya)

Intro awal

(Kamera menangkap gambar sinar matahari yang menembus pepohonan)

Bayangkanku melayang seluruh nafasku terbang

Bayangkan ku menghilang, semua tanpamu teman…

( Kamera zoom in, dari arah pepohonan mendekat pada object yang sedang berdiri tertunduk di bawah pohon. Ipang. Dia tertunduk dengan gerak slow motion mengamati sepasang tangannya yang kosong dan terangkat sebatas siku. Angin berhembus meniup dedaunan yang beterbangan disekitarnya. Thingky hinggap di bahunya, lalu mengepakkan sayap dan terbang. Kamera mengikuti arah terbang Thingky.)

Cut to

Intro

(Nimas menengadah menatap matahari sambil melindungi mata dengan tangan. Lalu tertunduk sedih, mengamati sebuah jam tangan power ranger punya anak kecil. Jam itu didekapnya.Matanya terpejam.)

Cut to

Bila nafasku lepas, semua langkah yang  lelah

Semua waktu yang hilang, tapi bayangmu tetap

 

(Close Up : Wajah Adhe yang bersimbah peluh, lalu dengan gerak slow motion menyeka keningnya. Kamera zoom out. Menampakkan sosok Adhe secara utuh yang makin mengecil, ternyata sedang berdiri di atas perahu, melamun kosong ke tengah laut.)

Cut to

Ingatkan ku semua wahai sahabat

Kita untuk selamanya, kita percaya

Kita tebarkan arah dan tak pernah lelah

Ingatkan ku semua, wahai sahabat

( Long shot : Doddy melaju di atas motor besarnya, dua buah balon yaitu warna merah dan pink terikat di belakang sepeda motornya, dengan senyum riang Doddy menghampiri Nimas. Lalu mengambil balon warna pink, dan diserahkan pada Nimas.Nimas tersenyum, mengantongi jamnya, dan menerima balon itu. Lalu Nimas pun melaju di boncengan Doddy. Cut to. Adegan pindah ke tempat Ipang yang masih berdiri. Ipang terkejut, menoleh ketika seseorang menepuk bahunya. Sumaenah. Lalu mereka sama-sama tersenyum, Sumaenah menyodorkan balon warna silver pada Ipang, Ipang menerimanya, lalu menengadah ke langit, seketika Thingky datang sembari cakarnya menggenggam balon berwarna biru. Ipang menyerahkan balon biru  itu pada Sum. Lalu mereka  melangkah bersisian dengan daun-daun masih beterbangan di sekitar mereka.)

Zoom out. Cut to.

Intro (slow)

 

Adhe mengangkat ponselnya yang berbunyi, tersenyum lalu berbicara di telepon. Senyumnya makin melebar ketika melihat ke udara, sebuah balon berwarna hijau melayang menghampirinya.Tangannya menggapai dan meraih balon itu)

Cut to

Masih intro slow

 

( Yuni melihat keluar jendela kaca rumah, menyaksikan Dian sedang melepas kepergian seorang pria—tak usah disebut namanya—Wajah Yuni nampak cemas. Dian melambai pada pria itu dan memberi cium jauh. Pria itu pun pergi. Dian berjingkat riang berbalik ke dalam rumah. Yuni menghela nafas.)

Cut to

Intro (hard)’

(Yuni membuka pintu kamar Dian dan menyodorkan sebuah foto  bergambar pria kekasih Dian dengan seorang gadis lain. Dian merebut foto itu, tak percaya, lalu menggeleng-gelengkan kepalanya. Dian menunjuk-nunjuk Yuni sambil marah-marah. Yuni balas mengomeli Dian. Dian mendorong Yuni dan keluar kamar. Di pintu dia berpapasan dengan Uyi yang membawa balon kuning, mereka bertatapan sejenak. Lalu Dian pergi.

Tampak Wajah uyi yang keheranan, lalu Uyi berpaling menatap yuni.

Yuni hanya menggeleng-geleng sedih. Lalu Uyi menyerahkan balon kuningnya pada Yuni. Yuni pun tersenyum.)

Cut To

Bila nafasku lepas, semua langkah yang lelah

Semua waktu yang hilang tapi bayangmu tetap

 

( Aim berjalan dengan gerak slow motion, membawa dua buah balon, satu berwarna cokelat, satu berwarna putih. Angin bertiup kencang. Balon berwarna putih tiba-tiba lepas, Aim mengejarnya hingga sampai didepan pintu rumah Dian. Aim menangkapnya tepat di depan Dian yang sedang duduk tertunduk di teras, menangis menatap foto kekasihnya yang tidak setia).

Cut to

Ingatkanku semua wahai sahabat,

Kita untuk slamanya, kita percaya

 

( Dian mengangkat wajah, menyeka airmatanya. Lalu Aim berjongkok didepannya, menyodorkan balon warna putih. Dian menerimanya, lalu berdiri sementara Aim menggenggam tangannya)

Kita tebarkan arah dan tak pernah lelah

Ingatkan ku semua, wahai sahabat

 

( Kamera fokus pada sosok di pintu, menatap Dian dan Aim,ternyata Yuni. Dian menoleh pada Yuni, lalu menghampiri Yuni dan mereka saling bertatapan. Dian menunduk. Lalu Yuni memeluk Dian. )

o..Oo..Wahai sahabat

 

(Dian merobek-robek foto cowoknya dan menebarnya ke udara. Lalu dia tersenyum dan mengajak ketiga temannya pergi.

Long shot : Mereka berempat berjalan sambil menggenggam balon masing-masing, kecuali Uyi yang tidak memegang balon, mereka bersisian sambil tertawa. )

Intro

 

Cut to

Motor Doddy masih melaju, kemudian tiba-tiba berhenti di depan sebuah rumah berpintu tiga. Di atas pintu tengah, ada lambang Campred. Doddy dan Nimas turun, menggenggam balon masing-masing, sambil menatap ke arah pintu. Dari sisi kanan mereka muncul Ipang dan Sum, mereka berhenti di samping Nimas dan Doddy, juga terpaku melihat ke pintu rumah. Lalu dari sisi kiri, muncul rombongan Uyi, Dian, Yuni dan Aim, merekapun berhenti, terpaku pada lambang campred itu.)

Intro (slow)

 

(Adhe Jk berjalan perlahan sendirian sambil menggenggam balon hijau. Lalu berhenti di samping Uyi, menatap semua dengan heran, lalu menatap pada pintu berlambang Campred.

Perlahan sekali, pintu sebelah kanan dan kiri terbuka

dari pintu kanan dan kiri muncullah Fris dan Ruly, bersamaan. Fris menggenggam balon warna abu-abu. Ruly menggenggam balon warna hitam. Mereka berjalan sambil tersenyum mendekati teman-temannya, lalu sama-sama berbalik, berhenti menatap pintu tengah.)

Bayangkanku melayang seluruh nafasku terbang,

Bayangkanku menghilang, semua tanpamu teman

 

(Kini semua berdiri membentuk lingkaran sambil menatap pada pintu tengah. Lalu tiba-tiba pintu tengah terbuka. Airin muncul dengan sebuah balon berwarna emas. Airin melangkah mendekati Uyi, dan balon emas itu diserahkannya pada Uyi. Uyi menerimanya. Mereka semua tertawa. )

Ingatkanku semua wahai sahabat

Kita untuk selamanya kita percaya

Kita tebarkan arah dan tak pernah lelah

Ingatkanku semua wahai sahabat….

Ingatkanku semua wahai sahabat

Kita untuk slamanya wahai sahabat

Kita bagai cerita, wahai sahabat

Ingatkanku semua, wahai sahabat…wahai sahabat…wahai sahabat..

 

( Di reffrain ini adegannya berupa potongan-potongan scene Opera Campred .

-Waktu mereka pukul-pukulan dan lempar-lemparan makanan di rumah Ruly

– Waktu Dian melemparkan barang-barangnya ke bawah jendela kearah Aim

-Waktu Ipang manjat pohon dikejar anjing, dan jatuh dari pohon,dan ekspresi Nimas serta Dian terpaku tak berdaya sambil menggenggam batu-bata

-Waktu mereka berkumpul di halaman kantor Yuni dan semua menjerit naik pick up ketakutan ular

-Waktu Nimas memapah Ipang dari toilet menuju medical center dan bertemu dokter Fris

-Waktu Sum mengejar-ngejar si Thingky di kelas

-Waktu Airin meniup peluit menenangkan mereka semua yang berantem

-terakhir waktu Aim tenggelam dan Adhe menariknya dengan tali pancing)

Cut To

Intro akhir

 

(Kembali ke adegan di halaman markas Campred. Mereka semua berjalan saling mendekat, lalu semua mengelilingi Airin yang tidak membawa balon. Semua tersenyum dan melepaskan balonnya bersamaan. Semuanya menengadah ke angkasa, melihat balon-balon itu terbang. Lalu  tiba-tiba sebuah balon berwarna-warni turun menggantikan semua balon yang dilepas. Balon warna warni itu mendekat pada Airin. Airin meraihnya dan kamerapun close up pada wajah Airin yang tersenyum sambil menggenggam balon warna-warni)

The end

——————————————————–

Cukup Video klipnya. Kembali ke cerita. Aku sendiri sangat kecewa pada sutradaranya karena tidak menampilkan sosok Ariel atau personel peterpan lain dalam video klip itu.

Sudahlah. Cerita kembali ke kantor Yuni, dimana kesibukan para Campred Rangers kian meningkat setelah kedatangan Jihan. Gimana tidak, sosok Jihan adalah sosok wanita yang sama sekali diluar bayangan kami semua. Semula kami mengira dia adalah sosok wanita misterius dengan wajah jutek dan hidung tinggi. Ternyata dia hanya seorang wanita mungil dengan wajah ceria dan hidung pesek. Sejak turun dari mobil, mulutnya tak berhenti berkomentar. Yuni yang ditugaskan mendampinginya jadi pusing mendengar celotehan Jihan yang terus membicarakan kekagumannya pada Indonesia. Apalagi pake bahasa campur-campur yang Inggris bukan Malaysia bukan. Dengan logat aneh yang meniru gaya Cinta Laura pula!

“ Indonesia have many interesting cultures, you know? Saye suke sekali berkeliling Indonesie, terutame kalau saye ingin memborong kerajinan khas Indonesie, you know? Di rumah saye banyak kali hasil bumi Indonesie, kerajinan Bali, Sunda, Makassar, Palembang, semua ade…Komplit rumah saye, you know?”

“ I know!” jawab Yuni bete. Sejak tadi dia sudah bete mendengar Jihan mengoceh tak henti-hentinya. Dia bercerita tentang kunjungannya ke kota-kota besar di Indonesia dan hobinya mengoleksi barang-barang mahal khas kerajinan Indonesia. Sok pamer.

“ Makanannya juga very delicious, you know? Beraneke ragamnye! I ever heard about  Sate, Bakso, emping…”

Yuni menduga, Si Jihan cuma meniru gaya Obama di televisi yang Cuma hapal tiga makanan itu seumur hidupnya di Indonesia.

“….soto madure, sop konro, kecoprak, empal gencong, you know? Apakah you tau ape saje resep-resepnye sehingge begitu delicious in my tongue? Do you know?Tell me!”

Telinga Yuni tegak mendengar Jihan menyebut empal gencong, eh, empall gentong. Apalagi menanyakan resepnya. Nalurinya mengatakan Jihan hanya ingin mengorek keterangan darinya. Maka diapun tak menjawab pertanyaan Jihan. Lalu dengan sigap Yuni segera mengalihkan perhatian pada Dian yang datang membawa sebuah baki berisi makanan.

“ Ahaa…makanan kita datang! Silakan dicoba..”

Dian membuka penutup bakinya. Kali ini dia membuatkan makanan kecil khas Sunda yang cara pembuatannya sama sekali tidak sulit.

“ Try this snack, Madam…It’s Indonesian’s real taste. ” Ujar Dian bangga.

Jihan mengambil satu buah kue, lalu memakannya, mulutnya berdecak kagum.

“ Hmmm…Yummyyy..What is it? This is very badly delicious! Rase memang tak pernah bohong! What kind of food?!”

Yuni menyela dengan santai. “It is called Boled, you know?!”

——————————————————-

Di tengah kesibukan yang maha merepotkan itu, tiba-tiba Yuni mendapat kabar dari atasannya, bahwa sang atasan mendadak pergi umroh selama Jihan ada di tempat, dan digantikan oleh pejabat sementara.

“ Bagaimana ini, kawan-kawan?” curhat Yuni sambil memperlihatkan sepucuk surat dari pimpinannya. Saat itu kami sedang melakukan rapat rahasia di siang hari, seperti biasa dibawah pohon kersen.

Doddy segera meraih surat tersebut dan membacanya keras-keras. “ Kepada yang tercinta, ananda Yuni. I’m so sorry to say that I have to go to Mecca, for praying a week alias umroh. Yuni, take care our office safety dan take care yourself and take care your friends also.” Doddy mengangkat kepala sejenak. “ Banyak banget take care ayamnya sih!”

“ Terusin!” seru aku, Yuni, Dian, Fris dan Ipang serentak.

“ Gue terjemahin bebas aja ya, ribet banget bahasa Inggrisnya nih. Mana suratnya panjang sampe dua lembar bolak-balik. Intinya sih, bahwa dia sudah menempatkan pejabat sementara disini, yang akan menggantikannya selama satu minggu. Pejabat itu bernama….”

Krosaakk..! Tiba-tiba ada suara mencurigakan di semak-semak deket pohon kersen.

Doddy terhenti. Kami saling berpandangan. Ipang memberi isyarat supaya kami diam. Wajahnya sangat serius. Kamipun tegang, dan masing-masing sudah saling mengerti untuk memproteksi diri. Maka kamipun mundur perlahan tanpa suara. Doddy melipat suratnya dan mengantonginya, lalu berjalan tanpa suara, bersembunyi di belakang pick up Ipang yang terparkir. Tindakannya diikuti Dian dan Yuni. Mereka berdesakan dibalik pick up Ipang. Sementara aku memilih memanjat pohon kersen dan bersembunyi dibalik daunnya yang tidak lebat. Dokter gadungan Fris bersembunyi di balik tong sampah besar yang terletak di samping pick up Ipang. Dan Ipang bersembunyi dengan cara berjongkok dibalik gagang cangkulnya sambil memejamkan mata. Mulutnya komat-kamit berdo’a.

Suara itu menghilang. Seketika suasana kembali tenang. Lalu tiba-tiba terdengar bisikan sangat halus.

“ Sstt…Ipaang…”

Bulu kudukku merinding. Aku memegang erat-erat dahan pohon. Sementara dibalik Pick up, Doddy, Yuni dan Dian saling berpandangan.

“ Ada yang manggil Ipang,” bisik Dian cemas.

“ Iya, gue denger!” bisik Yuni.

“ Tapi nggak keliatan orangnya, jangan-jangan hantu..” bisik Doddy.

Bisikan Doddy rupanya didengar Fris. Tiba-tiba saja, dokter gadungan yang penakut itu keluar dari persembunyiannya dengan wajah pucat. “ Apaa..?? Hantu…??”

“ Sssttt….!!!” Serentak Yuni, Dian, Doddy dan aku memperingatkannya. Sementara Ipang masih terpejam.

Fris terpaku di tempatnya, wajahnya masih pucat.

“ Mana ada hantu siang bolong gini, kampret!’ dengus Dian sambil melototin Fris, memberi isyarat supaya Fris ngumpet lagi.

Fris menurut, tapi baru saja dia bersembunyi dibalik tong sampah, sebuah kerikil tiba-tiba jatuh menimpa kaleng tong sampah. Bletakk!!

Fris kaget setengah mati dan langsung mengambil langkah seribu sambil berteriak : “ Hantuuuu…….!!!”

Tindakan Fris langsung diikuti Yuni, Dian dan Doddy. Dengan panik mereka lari tunggang-langgang kembali ke kantor Yuni. Sementara aku yang kagok nggak bisa turun dari pohon hanya bisa memegangi dahan erat-erat sambil gemeteran. Dan di bawah, Ipang masih komat-kamit memejamkan matanya.

“ Subhanallah..subhanallah..Jangan ganggu, jangan ganggu….” Ipang terus komat-kamit,sementara aku menggumamkan ayat kursi.

“ Ipaang…” Suara itu tiba-tiba terdengar lagi. Arahnya dari semak yang tinggi, tapi aku tak bisa melihat sosoknya dari atas pohon.

“ Siapa itu?” Ipang memberanikan diri buka suara, meskipun kelihatan sekali tangannya yang memegang cangkul gemetar. “ Tunjukkan dirimu!”

“ Ipaang..Aku kesini untuk membalas dendaaam….”

Ipang membuka mata, celingukan, tapi tak terlihat siapa-siapa. “ Siapa kau? Apa maumu?”

“ Ipaang…Jangan sombong…Aku bisa membuatmu tidak selamat dunia akherat…Dan tidak diterima di segmentasi pergaulan manapun…hihihihiii….”

“ Apaa?? Memangnya kenapa? Apa sih mau kamu??” Ipang terperanjat.

“Aku…hanya…ingin…kamu…membuka bajumu….”

Ipang celingukan, lalu memprotes sambil mendekap dadanya. “ hantu cabul, lu! Apa maksud lo?!”

“ Aku tidak cabul, bodoh!” desis suara itu lagi. “ Aku kan tidak meminta kamu buka celana. Cuma baju!”

“ Kalo aku gak mau?”

“ Kamu akan aku kutuk menjadi berat jodoh seumur hidup….Maauuu???”

Ipang mendelik ngeri. Berat jodoh? Oh, no way! “ Baiklah! Gue nggak tau apa salah gue ama Lo, tapi baiklah..”

“ Lakukan!!!”

Mau tak mau Ipang menurut. Aku ngeri melihatnya membuka baju, akupun menutup wajahku.

“ Nih, udah buka! Apa lagi sekarang??”

“ Jongkok…”

Ipang keki setengah mati, tapi mau tak mau diapun jongkok.

“ Udaaahh..”

“ Angkat kedua tangan dikepala..”

Ragu-ragu Ipang mengangkat kedua tangannya sambil celingukan. “Hantu iseng! Apa manfaatnya sih nyuruh gue kayak gini? Puas Lo…??!”

“ Tunggu…Hitung sampai limabelas…”

Ipang menggerutu, tapi sekali lagi, under pressure karena takut berat jodoh, mau tak mau dia menurut, menghitung sampai lima belas. Tepat pada hitungan kelima belas, seekor burung melesat terbang dari arah semak belukar dan menerpa bahu Ipang. Ipang terduduk jatuh.

“ Thingky!!” serunya sambil menaangkap burung kesayangannya. Thingky menggelepar sejenak. Di kakinya terikat sebuah kertas. Ipang membuka lipatan kertas itu dan membaca pesan yang tertulis di atas kertas itu.

Hey Ranger Silver! Emang enak dikerjain?Rasakan itu pembalasanku…! Hahaha..tertanda, Ranger Biru.

 

Dari arah semak terdengar suara tawa yang tak berkesudahan. Tiba-tiba sosok Sumaenah muncul dari balik semak-semak, masih terbungkuk-bungkuk menahan tawa. Nampaknya dia sangat puas bisa ngerjain Ipang. Ipang langsung misuh-misuh sambil buru-buru mengenakan kaosnya lagi.

“ Apa-apaan sih lo, Sum ? It’s not funny at all!”

“ Biarin, wee..dasar Londo edan! Terbalas sekarang dendam gue karena lo kemaren pernah mengagetkan gue di kelas! Hahahahaaa….!”

“ Dasar cewe pendendam!”

“ Daripada lo cowo pesimis!”

“ Provokator!! Teroris!!”

“ Londo edan!!”

Mereka terus saling melempar makian. Aku sendiri lega karena ternyata yang berbisik dari tadi itu bukan hantu beneran. Maka akupun berniat turun. Ditengah perang mulut itu aku meloncat turun, dan sialnya, aku turun secara tiba-tiba tepat didepan hidung Sumaenah.

Bluughh!!

Sumaenah yang sedang merapal makian Londo edan terbelalak kaget melihat kedatanganku yang tiba-tiba. Sum menjerit sesaat, lalu pingsan seperti baru saja terkena badai matahari.

——————————————————-

Kembali pada Fris, Yuni, Dian dan Doddy yang lari tunggang-langgang menuju pintu kantor Yuni. Begitu kencangnya Fris berlari, sampai tidak lagi melihat sekelilingnya. Didepan pintu masuk kantor, seseorang yang berbadan gemuk tinggi besar tiba-tiba menghalanginya. Fris tak sempat mengerem, lalu menabrak perut orang itu dan jatuh terkapar. Seperti efek domino, dibelakangnya juga berjatuhan Yuni, Dian, dan terakhir Doddy.

“ Ada apa ini?” tanya pria berbadan besar itu.

Fris mengusap-usap punggungnya, Yuni mengusap lengannya. Doddy mengusap kakinya,dan Dian mengusap-usap jidatnya. Sementara pria gemuk itu mengusap-usap perutnya.

Lalu satu persatu dibantunya mereka berdiri. Pertama, orang itu menolong Fris, lalu Yuni, lalu Dian, lalu Doddy.

“ Terimakasih, Pak,” ujar Doddy sambil menyalami pria itu.

“ Maaf, apa Bapak tamu disini?” tanya Yuni kemudian karena merasa tak mengenal pria itu sebagai rekan kerjanya.

Pria itu tersenyum ramah sambil memandang mereka satu demi satu. Sebuah tahi lalat di sudut atas bibirnya, membuatnya tampak manis. Lalu dia berujar lembut.

“ Saya adalah pejabat sementara yang akan menggantikan pimpinan  disini. Nama saya Ofan Sofyan. Saya dikirim dari Purwokerto. Senang bertemu anda semua.”

—-bersambung——-

Terimakasih teman, sudah terus mengikuti cerita konyol yang dibikin secara nekad oleh penulis yang emang nekad ini…Jangan hiraukan video klipnya ya, nggak ada Arielnya, percuma. Hanya saja, menurut sang sutradara klip, video klip itu menggambarkan arti persahabatan yang lebih berharga diatas segalanya. Yaa, kali2 aja ada produser tertarik membuatnya.

Kisah selanjutnya, pasti lebih seru dari yang ini, karena cerita yang ini kan kurang seru,heheee….!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: