Catatanku : Detik-detik menjelang hari bahagiaku

10022011

Meski aku pernah memimpikan ini, tidak mungkin bisa sampai sebrutal ini. Brutal perasaanku, mendesak-desak, lasak dan nakalnya minta ampun. Kamar sempit berukuran tiga kali tiga meter yang menjadi ruang fitting seperti berubah menjadi studio butiknya Desvita Dody, salah satu tokoh perancang dalam novelku. Sebuah lemari pakaian sederhana dengan cermin setinggi badan, memantulkan bayangan kami.

” Ini seperti sungguhan,” katamu sambil tertawa.

Percayalah, dadaku buncah oleh aneka rasa yang tak henti mengalir seperti air keran yang luber di kamar mandi.

Kitakah bayangan yang di cermin itu, Harry dan Hermione?

Aku lalu terbayang tokoh Mia yang tengah mengepas gaun putih milik Karin si calon pengantin, lalu menatap bayangan Gardi di belakang tubuhnya. Kamu, saat ini lebih tampan dari Gardi, bahkan dari semua tokoh pria peran utama dalam novelku, juga novel semua orang. Dan, oh damn, Nimas! ini bukan novel…ini nyata, ini kita…

Sungguh aku tidak meminta terlalu banyak, bahkan tak pernah kuimpikan ini terjadi. Tapi seperti biasa, sebelum kupinta kau selalu memberikan segalanya. Saat aku memegang teguh prinsip ; just giving, never taking back… Kau justru melimpahkan seluruh hati dan cintamu.

Menatapmu dengan beskap merah hati itu, melihatmu begitu tampan dan serasi denganku yang berbalut kebaya moderen warna senada, runtuh rasanya hatiku. Aku menyadari ada sesuatu yang tak berubah tentangmu, sejak awal bertemu kamu. Kamu tetap lelaki paling rupawan yang pernah aku kenal. Dalam keadaan kurus, gemuk, gondrong, botak, kamu tak pernah berubah jelek dimataku. Dulu, dua tahun lalu, maupun sekarang. Mungkin juga nanti. Sama seperti pesona Ariel yang tak berubah meskipun dia sekarang jadi pesakitan. Tidak, kamu bahkan lebih baik dari Ariel.

Mungkin seperti itulah aku ingin melihatmu, kamu dalam perspektif indahku, selalu.

Adakah aku juga tak berubah dimatamu?

Malam tadi aku tidak bisa tidur, terus mengenang fitting session itu. Tidurku bertaburan mimpi-mimpi indah. Dan paginya aku bangun sangat cepat. Betapa inginnya aku segera tiba waktunya, betapa tak sabarnya aku menerima cincin yang akan kau lingkarkan di jari manisku. Betapa tak sabarnya… Aku jadi seperti Liv di film Bride’s war…memalukan!

Ya Tuhan, ini seperti yang pertama untukku, dan ini akan jadi yang terakhir untukku…Ya Tuhan, aku jatuh cinta, pada pria yang kusimpan namanya dengan nama ‘Harry’ di ponselku ini.. Aku cinta kamu, Harry….Ya, kamu!

Kamu selalu memberiku kejutan-kejutan manis, seperti fitting yang mendadak ini. Buatku ini sangat indah. Kita tidak merencanakannya, tapi tiba-tiba saja ini datang seperti sebuah hadiah untuk kesabaran kita. Duh, aku bahkan ingin menangis jadinya…

Semalam, ditengah kegelisahan tidurku, aku mengingat rencana kita. Percaya atau tidak, reencana yang kita susun ini, pernah menjadi impianku belasan tahun yang silam.  Tuhan Maha Baik, Dia mendengar mimpi-mimpiku, dan ditungguNya saat yang tepat untuk mewujudkan mimpi itu, yaitu ketika aku sudah menemukan seorang yang tepat. Honey, you are the gift from The Lord…

I will always love you, kekasihku

Dalam hidupku hanya dirimu satu…

Ku mau menjadi yang terakhir untukmu

Ku mau menjadi mimpi indahmu…

Cintai aku, dengan hatimu

seperti aku mencintaimu

Sayangi aku dengan kasihmu

seperti aku menyayangimu

I’ll  be the last for you, You will be the last for me..

(Dirimu Satu-Ungu)

5 responses to this post.

  1. Posted by Airin on February 11, 2011 at 12:47 pm

    so sweet….rin diundang ga bun..;)

    Reply

  2. Posted by Airin on February 12, 2011 at 1:36 am

    Wah senangnya…thank you yah…

    Reply

  3. Posted by Sophie on May 13, 2011 at 5:00 pm

    Wahhh romantis buangettt

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: