Catatanku : Amortentia pada segelas kopi rasa cokelat

12022011

Merasa diri tak menarik? Merasa tak ada seorangpun pria yang mau menoleh padamu? Merasa bosan jadi jomblo seumur hidup?

Temukan amortentia-mu!

Anggaplah begini : Selama ini aku selalu berjalan dengan tumpukan buku tebal di tangan yang menghalangi pandanganku. kakiku meraba-raba dan tanganku menjaga keseimbangan, sementara mataku berusaha mengintip dari sisi-sisi tumpukan buku. Konsentrasi, konsentrasi…

Lalu tiba-tiba dia menabrakku. Byarrrr…!!

Aku tidak jatuh, tapi buku-buku tebal itu berserakan di lantai, dan aku terpaku melihat si penyebab kekacauan yang tanpa dosa malah mengedikkan bahu sambil membetulkan letak kacamatanya.  Aku masih melongo seperti keong kopong, tapi dia dengan cueknya berlalu.  Anehnya aku tidak merasa jengkel dan terus saja berjongkok membenahi buku-buku yang berserakan.

Lalu, entah mantra apa yang membuat langkahnya terhenti setelah beberapa meter meninggalkanku. Dia menoleh ke arahku, menatapku tak lepas-lepas, sebelum mengambil keputusan untuk berbalik menghampiriku dan membantuku membenahi buku yang berserakan. Tak hanya itu, dia bahkan membantuku membawa sebagian besar buku, dan berjalan mendampingiku.

Mayday…maydaay…maydaayyyy…

Aku butuh pertolongan pertama dari jatuh cinta…

Ya, meski kejadiannya tak sepersis itu, tapi anggaplah begitu. Dan jika ada diantara kalian yang juga mengalami hal yang sama, coba pikir, apa yang menyebabkan si cowok cuek itu akhirnya menoleh setelah berjalan beberapa meter, dan membantuku membereskan buku-buku? Apa yang membuatnya mau berjalan disisiku?

Nah, kurasa, jawabannya adalah Mantra Keajaiban. Kamu punya mantra? Jangan bilang nggak punya ya, karena setiap orang punya mantranya sendiri-sendiri. Oke, hilangkan pikiran tentang mantra sihir dan sejenisnya, apalagi kalo kalian hubung-hubungkan dengan Mak Lampir atau Dedy Corbuzier. Ini tidak ada hubungannya dengan sihir yang sesungguhnya, sihir itu ada pada setiap diri kita. Naturally, ngerasa cantik atau ngerasa jelek, masing-masing orang punya sihir yang menjadi daya tarik pesonanya.

Kamu pernah mencoba sihir seperti itu?

Nah begini, lihat situasi tabrakan aku tadi. Kenapa sihirku bekerja setelah beberapa meter dia berlalu dari hadapanku dengan cueknya seperti bebek? Kira-kira apa menurutmu? Menurut aku, itu karena aura yang memancar dari sikapku yang sama sekali tak marah, tidak mengumpat, tidak kesal, tidak menghakimi dan tidak menyebalkan yang membuat dia lalu terhenti dan menoleh. Mungkin dia sebenarnya menunggu umpatan, dia menunggu caci maki, tudingan kutukan dan sebagainya, tapi yang dia dapat adalah angin kesejukan. Maka dia menoleh dengan heran dan melihatku seperti melihat seseorang yang berbeda, yang baru pertama kali dilihatnya.

Coba bandingkan kalau akunya mengumpat dengan kalimat jorok dan kasar dengan mengeluarkan semua nama binatang dan sayuran busuk, atau menonjoknya, atau berguling-guling di lantai sambil menjerit-jerit, atau melaporkannya ke atasan, dia pasti punya pandangan berbeda tentang aku. Ingat bahwa kesan pertama adalah sesuatu yang tak akan pernah hilang dari ingatan. Disini nih banyak orang gagal menerapkan mantra yang sebenernya udah ada dalam dirinya, yaitu yang namanya ‘sikap/attitude/pembawaan’ . Masing-masing kita punya kecenderungan untuk mengumbar daya tarik, cuma kadang lupa bagaimana mempertajam aura daya tarik kita itu. Tanpa sadar kadang tertutup oleh sikap-sikap egois yang menebal seperti karang gigi. Kita suka tak acuh dan menganggap orang lain akan menerima kita apa adanya. Beuuhh, lupakan saja Mbak! Tidak ada orang yang mau menerima sikap jutek, menutup diri, jaim palsu, apalagi munafik dari seorang cewe meskipun dia cantiknya luar biasa.

Keluarkan sifat alamiahmu yang positif, mengalirlah jika diajak bicara, jangan marah dengan seketika kalo ada sesuatu yang menjengkelkan, jangan jutek, jangan sirik, jangan ngadu domba, jangan jorok, jangan kasar, dan jangan keluarkan anggota badan!

Tak ada salahnya lho, kita bersikap seolah kamera sedang mengikuti kita. Bukan jaim ya, bukan jaim palsu. Tapi keluarkan semua aura positif kita, mengalirlah apa adanya tapi tidak cuek pada penampilan. Artinya, bersikap seperti yang kita inginkan, tapi juga diinginkan orang yang melihat kita.

Ya, mungkin ada hubungannya sedikit ya antara mantra yang kita miliki secara alami dalam tubuh kita dengan kisah dibawah ini.

Suatu hari aku bertanya padanya (pria yang tak boleh kusebutkan namanya) tentang apa yang membuatnya tertarik padaku. Tahu apa jawabannya?

” Gak tau ya, aku cuma merasa terbiasa dengan sapaan ‘Selamat pagiiii’ dan  segelas kopi cokelat untukku. Lama kelamaan kok aku terbiasa ya, dan ada yang hilang jika pagi hari dan tak kutemui itu…”

Iiihhh….Najong, memalukan saja…wajahku sampai merah dadu.

Aku digambarkannya sebagai seorang perempuan energik yang datang paling pagi di kantor ( kedua setelah dia si IT paling rajin sedunia tentunya) yang selalu menyapanya dengan suara nyaring yang ceria dengan membawa dua gelas  plastik berisi kopi rasa cokelat. Satu untukku satu untuknya. Sebelum aku pergi liputan dengan seorang kameramen, kami ngopi dulu berdua sambil ngobrol macam-macam. Itulah awal pagi yang selalu aku warnai dengan indah. Mengesankan, menurutnya. Dan membuatnya nyaris mati ditelan kesedihan ketika aku menghilang.

Dia melambangkan aku dengan emoticon ‘Party’, yaitu emoticon yang memakai topi kerucut dan meniup peluit mainan. Yang sering chat ama YM pasti taulah…

” Nimas banget..” katanya.

Pasti karena begitulah aku, selalu rame, heboh seperti sebuah pesta, banyak omong, suka spontan, dan semua itu akibat aku terlahir sebagai si Sanguinis yang populer…(baca donk buku psikologi). Bukan keinginanku punya sifat seperti itu, sifat yang justru menurutnya menimbulkan daya tarik unik.  Tapi apapun sifat kita, seandainya sifatku bukan sanguinis tapi melankolis, plegmatis atau koleris, tetap ada daya tarik jika sifat itu dimunculkan secara positif. Sekali lagi, kita boleh apa adanya, tapi tetap harus ‘ada apanya’. Sifat itu jujur mencerminkan diri kita, tidak dibuat-buat dan tentunya tidak menutupi sebuah sifat lainnya yang berbahaya di belakangnya..Misalnya, kita sebenarnya adalah seorang psikopat, pembohong besar, atau pembunuh bayaran..Oo, tidak bisa!

Lalu ada apa dengan kopinya? Apakah aku wuwuri dengan ramuan amortentia? Ramuan cinta di cerita Harry Potter. Ya nggaklaaahhhhh…. Ini bukan tentang kopinya, bukan tentang magic, tapi tentang perjalanan. Sebuah pencarian, sebuah pertemuan. Mengapa kita terus menerus datang ke sebuah danau yang tenang? Tentu karena kita merasa nyaman disana, di  sebuah tempat yang telah kita cari selama ribuan tahun.Kita bahkan ingin menetap disana.

Bukan kopinya mengandung amortentia, tapi akulah yang berisi mantra amortentia itu. Dan dia juga, karena kalau dia tidak memiliki mantra amortentia itu untukku, tak mungkin aku terus menerus datang setiap pagi dengan segelas kopi cokelat untuknya. Dia dengan sifat antara melankolis yang sempurna dan plegmatis yang damai, adalah racun untuk hatiku. Menurutku, pria juga sama. Dia bukan satu-satunya pria terganteng, apalagi didepanku banyak pria-pria lain yang jauh lebih ganteng dan gagah perkasa, tapi ada sesuatu yang dia miliki. Kurasa, itulah amortentianya.

Menjumpainya, aku merasa pencarianku telah selesai.Aku menemukan seseorang yang membawa banyak sekali aura positifku keluar. Seseorang yang membuat kita bisa besinergi dengannya tanpa perlu susah payah, tanpa perlu banyak alasan. Aku sangat ingat sekali, dia pernah berkata ingin menikahi jiwaku, bukan hanya ragaku.

Jiwa. Ya, sulit bagi kita mencintai jiwa seseorang, tapi akan mudah sekali jika jiwa kita memang pantas dicintai. Klop dengan jiwanya. Jiwa yang indah, membuat raga juga terlihat indah. Rupanya, disini aku menemukan pasangan jiwaku. Seseorang yang mengatakan akan menikahi jiwaku, ketika kami sedang nonton film di twenty one.

” I wanna marry you.”

” But i’m older than u,” kilahku, tidak percaya diri.

” Aku tidak peduli, yang ingin aku nikahi adalah jiwamu, bukan hanya ragamu..”

Saat itu aku tau inilah takdirku, takdirnya, takdir kami, dan ada alasan mengapa Tuhan membuat skenario ini.

Adakah orang yang melamar dengan kalimat seindah itu? Percayakah jika kalimat itu terungkap dari hati dan meluncur dari bibir seorang IT cuek yang sama sekali tidak romantis bahkan pernah aku kritik sebagai manusia mesin?

Girls, kalo ada seorang pria yang tampan seperti Harry Potter, pintar, tidak romantis, cuek, dingin, dan diinginkan begitu banyak wanita, menyatakan kalimat seperti itu padamu, apa yang akan kau lakukan? Kalau kau menampik lamaran seperti itu, mungkin cuma ada dua sebab, kamu gila, atau kamu mungkin sudah lebih dulu dilamar Johnny Depp.

” Amortentia.. ” (aku berbalik menatap kamera sambil menunjukkan ramuan warna pink itu).

” Setiap racun cinta, ataupun  daya tarik magis, ada dalam tubuhmu. Dan jangan heran kalau ramuan ini akan segera bertemu dengan amortentia pasanganmu. Keduanya akan menyatu secara sinergis. Kalau kamu bertanya siapa pasangan jiwamu yang memiliki racun cinta untukmu, inilah jawabku. Kamu akan mengetahuinya saat kamu bertemu dengannya. Dia akan berbeda, sangat berbeda dibanding yang lain.Begitu kamu melihatnya, kamu tau dia memiliki amortentia yang akan menyatu dengan amortentiamu.”

Jiwamu indah, jiwamu yang akan dicinta. Latihlah selalu keindahan jiwa. Temukan pesonamu yang paling menakjubkan.

Aku menulis ini sambil meminum segelas kopi rasa cokelat, dan menerima sms-sms singkat darinya. Aku tau bukan hanya aku yang berhak berbahagia. Kalian juga bisa, sahabat!

*Thanks to JK Rawling yang menemukan istilah Amortentia*

One response to this post.

  1. NIce, sweet, romantis, kereeeeeen… Amortentiaaaaaaaa… and.. yippyyyy… he comw to me with his love 🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: